 SUDAH menjadi pemandangan lazim di daerah Karet berdiri beberapa orang yang menawarkan jasa joki untuk bisa melewati jalan-jalan tertentu yang dikenakan peraturan 3-in1.
Di antaranya adalah Aristia Wardana yang dipanggil Aris alias Embog. Pemuda putus sekolah ini sudah menjadi joki sejak 3 tahun lalu saat ia masih di kelas 1 SMP.
Aris terpaksa men-joki untuk meringankan beban orangtuanya dalam membiayai pendidikan dan kebutuhan hidup. Untuk setiap pengendara mobil yang menggunakan jasanya Aris biasa mendapatkan imbalan sebesar Rp.5.000 sampai Rp.10.000. Dalam sehari, dengan jadwal dinas antara pukul 4.30 sore hingga pukul 7 malam, ia bisa mendapatkan 3 pelanggan.
Sepanjang ia jadi joki, tercatat sudah 4 kali kena razia oleh Satpol Pamong Praja di bilangan Blok M, tempat ia biasa diturunkan oleh pelanggannya.Buah dari nasibnya yang sedang apes itu adalah ia harus mendekam selama kurang lebih 1 bulan di Panti Sosial Kedoya, di ana ia mendapatkan pembinaan dan pelatihan untuk mempersiapkannya sebelum dikembalikan ke tengah masyarakat.Di ana ia mendapat materi pembelajaran untuk menjadi seorang montir dan setiap hari Jumat ia pun wajib menjalani kegiatan senam untuk mengolah raganya.
Walaupun sekarang Aris telah mendapatkan kerja tetap sebagai pegawai bagian tata usaha di sebuah masjid di daerah tempat tinggalnya, namun Aris tetap menjalani profesinya sebagai seorang joki 3-in-1. Inilah realita Jakarta! (ribosa)

| |
|